Dan lagi, sang Nahkoda kehilangan arahnya
atau memang ia sudah kehilangan itu sejak awal.
Menafikan prinsip yang selama ini ia taruh di kepalanya,
menempuh jarak yang tak pernah ia yakini sebelumnya.
Angin pun terus menyeretnya ke samudera yang dalam,
hingga badai melumat segala keraguan yang dipaksakan.
Meluluh lantahkan layar yang hanya sekedar.
Perjalanan yang tak layak tuk diawali,
hanya tersisa buih ombak yang tak dapat dinikmati. Sama sekali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Apa yang tidak kau ketahui bukan berarti ia tak ada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar