Entah yang ke berapa
Cacian itu mendarat lagi di telingaku
Menodai lisan yang suci
Merusak kelembutan hati
Tapi telinga ini telah sunyi
Tak peduli kata yang mendera
Bagai embun yang ditangkap sang mentari
Kering akan menghempaskannya
*makrom
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Apa yang tidak kau ketahui bukan berarti ia tak ada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar