Ruang Kosong - Corat-Coret

Hot

Ruang Kosong

       Malam ini terasa seperti ada yang mengganggu tidurku, meski mata ini sudah ku pejam rapat, tapi pikiranku tetap saja menulusuri ruang gelap ini, hanya lampu temaram yang menempel di dinding yang membantuku sedikit melihat keadaan sekitar. ahh kurasa bukan membantu, tapi justu itu mebuatku merasa lebih takut, cahayanya yang remang menghasilkan bayang-bayang yang tampak abstark. Apalagi jika menengok ke salah satu sudut ruangan ini, sinar lampu yang remang membuat foto itu menunjukan aura mistis tersendiri. yaa di pojok ruangan ini ada sebuah foto yang sengaja diletakkan di atas meja,  sebuah kenangan akan seseorang yang telah tiada beberapa tahun silam. Di sampingnya terdapat beberapa hiasan yang terbuat dari kaca dan keramik, guci-guci kuno dan pot bunga. Ada sedikit sinar yang memancar ke bingkai poto tersebut, sedikit sinar redup yang memberi kesan hidup. Aku tak mampu untuk melihat langsung sorot mata dari foto tersebut. Sepasang bola mata yang sendu, ada kesedihan dan penyesalan disana yang disertai sedikit dendam.

          Ku coba menyingkirkan pikiran ini, ku tarik pikiranku dari sudut ruangan tadi, ku paksakan mataku terpejam erat agar aku bisa segera tidur, karena banyak hal yang harus ku kerjakan di esok hari, tapi tetap saja pikiranku selalu berkuasa atas mata ini, menahannya untuk segera terlelap.
Detik jarum jam bersuara terasa kencang di kala ku tak bisa tidur seperti ini, seakan-akan sedang meneror ia terus mengitari nomor-nomor disana tanpa lelahnya. Ku lihat waktu sudah menunjukan pukul tiga dini hari dan aku mesih terjaga dengan pikiranku.
Angin di luar pun seakan membisikan telinga bahwa ia ingin melengkapi suasana, suasana  gelap dan senyap tentunya, ia terus saja mengetuk-ngetuk jendela yang tepat berada di sebelah tempat tidurku, berhembus dengan kasarnya membuat jendela itu berderik dan terus bersuara sepanjang malamnya. menambah rasa takut yang ku derita.
Ku tarik selimutku cepat, menutupi seluruh tubuhku dan berharap sedikit memberi ketenangan dan kehangatan pada tubuhku yang mulai menggigil.

        "Teng-tong", Tiba-tiba suara keras mengagetkanku, membuatku terperanjat dari segala pikiranku, membawaku kepada pikiran yang lain "Siapa di tengah malam seperti ini ada yang memencet bel??", gumamku dalam hati. "Masa ada tamu, untuk apa datang malam-malam?" Pikirku meneruskan.
Aku sedikit takut untuk beranjak dari tempat tidurku, tapi di satu sisi ada rasa penasaran untuk melihat siapa yang datang bertamu. Dan ku putuskan untuk menunggu bel berbunyi untuk kedua kali, memastikan bahwa aku tak salah dengar, meskipun rasanya ini terlalu nyata jika memang pendengaranku salah atau sekedar halusinasi belaka, aku terus menunggu dengan sedikit berharap bel itu tidak berbunyi lagi karena rasanya kaki ini terlalu lemah untuk melangkah, rasa takut sudah terlanjur menguasai diriku. "please jangan bunyi lagi..!!" selorohku sedikit memelas, entah mengadu pada siapa.   (bersambung....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar